![]() |
|||
|
Monday, November 07, 2005
Hello Kitty!
![]() Lebih memilih kucing ketimbang hewan lainnya untuk menjadi binatang piaraan sudah menjadi keputusan saya. Apalagi setelah digigit anjing di usia 5 tahun yang menyebabkan trauma. Not to mention the marks they left me behind on the left leg. They? Yes! 3 dogs bit me on one fine morning. Moreover, with what I had to go through on the ER section at the hospital. Nggak lagi deh! Painful! Kucing saya yang pertama bertahan cukup lama. Berbulu abu-abu tua dan memiliki buntut yang panjang. Kalau berjalan, buntutnya tegak seperti tiang mobil bom-bom car. Saya pungut dari jalan depan rumah. Saya pelihara dari masih kecil sampai besar, dari lucu sampai udah nggak lucu. Dan untuk anak usia belia, saya termasuk telaten dan sangat perhatian dengan hewan piaraan saya. Sayangnya kucing pertama saya harus mati secara tidak wajar. Kucing saya jadi pincang dan seperti kehilangan semangat hidup setelah kakinya kegilas roda mobil ayah di garasi rumah. Dan ketika saya bawa ke dokter hewan bersama supir, kucing saya bukannya bisa pulang dan sembuh malah mati di-suntik oleh dokter tersebut. Saya menangis meraung-raung dan membuat seisi rumah pusing. Sepertinya ayah juga sampai menjadi merasa bersalah. Entah berapa lama saya berkabung. Tapi yang pasti rasa sedih saya terobati cepat dengan kehadiran kucing-kucing lainnya. Perlu dicatat, semua kucing yang saya pelihara adalah kucing liar, kucing jalanan. Jadi tidak ada kucing berbulu gondrong bak kemoceng atau kucing gundul turunan ras kucing nya Cleopatra. Kitty comes and Kitty goes! Karena liar, maka kucing-kucing ini selalu menghilang kapanpun mereka suka. Biasanya di malam hari (gaul time) dan kembali pulang di saat matahari muncul dan minta makan. Setelah kucing pertama, mungkin ada sekitar 8 - 10 kucing lagi yang pernah saya asuh. Dari yang manja sampai yang cuek banget. Dari yang kurus sampe yang agak gemukan. Dari yang cerdas sampai yang emang lemot. Pemberian namapun beragam. Unyil, Ucok, Mimot (kembar dengan marmut yang saya pelihara), dll. Soalnya dulu nggak kepikiran kasih nama yang keren seperti Edward atau James. Kucing-kucing ini yang selalu menghibur hati dan menjadi korban keisengan saya. Bulu putih, 2 hari kemudian jadi biru. Dilain hari, kucing saya bisa berpenampilan seperti Punk dengan bulu-bulu yang saya hairspray hingga berdiri kayak Mohawk. Atau tiba-tiba saya tempel sticker-sticker di bulu kumis dan alisnya hingga lebih menyerupai kucing planet. Dan si kucing cuma bisa pasrah dan meong-meong tanda protes yang kalau diterjemahkan pasti isinya adalah sumpah serapah. Sayang, mereka semua mati di jalan, kegilas mobil yang lewat di depan rumah. No pointing finger to my dad anymore. Halaman depan rumahpun menjadi mass grave para kucing jalanan ini. Today, setelah sekian lama akhirnya saya memiliki kesempatan untuk punya kucing lagi. Dan kali ini tidak tanggung-tanggung 2 anak kucing sekaligus. Layaknya mencarikan nama untuk bayi, pemberian nama dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Setelah melakukan browsing dan a little bit of research, akhirnya me and my bro came up with the idea of naming them after someone famous. Mr. George and Miss. Laura W. Fuzzy!!! Hopefully, nggak keberatan nama... Hellooooooo Kitties!!! ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
