![]() |
|||
|
Tuesday, November 08, 2005
Petite Size
![]() Saya memiliki badan tipe slim Asia. Tulang kecil, kurus dan tidak tinggi with A - assets. Tres petite. Padahal nafsu makan lumayan dan asupan vitamin juga sudah cukup lengkap A to Z. Kalau diingat lagi, mungkin saya berhenti tumbuh dari SMA. Karena berat badan saya stagnan sampai sekarang dikisaran 45 untuk tinggi yang kurang dari 160. Kalau pun ada perubahan hanya 500 gram naik atau 500 gram turun. Dan konsentrasi berat hanya di sekitar perut. Kembang kempis persis ban mobil.Pengaruhnya? Tidak ada! Selain secara mental saya kesal se-kesal kesalnya. Karena sudah lelah mengunyah semua protein, karbohidrat dan teman-teman nya tapi hasilnya hanya 1/2 kilo. Mencoba menghilangkan citra 'ABG' dari penampilan ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Usia yang 2 kali lipat usia ABG dan ber'buntut' pula menjadikan tubuh mini menjadi main obstacle dalam mencapai objective. USA: Size 1, Indonesia: XS atau S. Brand-brand ABG surfwear terpaksa jadi pilihan karena fitting yang cocok dan comfy. Then later, it comes MANGO, range style yang cukup luas and the most important thing they carry my size too. Yeeeeiy! Hanya masalah kepentok di harga yang sering tidak bersahabat dengan isi dompet :) Dulu waktu usia masih di kepala 2, saya tidak perduli dengan baju yang saya kenakan. Dan tidak ada komentar dari orang disekitar. Polesan make-up saja cuma sekenanya. Lipgloss dan lipgloss. Blush on tipis. Kalau terlalu tebal kayak kena tampar. Namun sekarang, dengan bertambahnya usia dan komentar dari orang disekitar, mau tidak mau evolusi personal style harus segera dilakukan. Apalagi, 'buntut' saya pernah berkomentar "You dress like a teenager, mom." Simple comment but, it was like being slapped with an NBA player's hand. It hurts and gives you 7 stars around your head. I have to admit that more people think that we are sisters instead of mother and daughter. Saat paling sulit dan sangat tidak comfortable adalah ketika saya mulai bekerja. Ever heard the tern 'Dress for success???' Term itu benar-benar membuat saya tersiksa. Damn you Mr. Molloy. First impression menentukan kesuksesan seseorang? Mulai dari G2000, MANGO for working attire sampai baju kerja MangDu saya jajal. Hasilnya? Saya seperti anak kecil pake baju kegedean. Oh Lord... Entah kenapa baju-baju working wear tidak pernah bisa bisa akrab menempel di badan. Selalu ada yang salah. 1st interview ever, I listened to my sis to wear a proper working outfit, complete with the suit. And guess what?! I was drowning inside the suit. That might be why perhaps I screwed up my first interview. Hiks! But when I finally got a job, di hari pertama, saya kelabakan dengan baju saya sendiri. Karena memang membuat saya jadi sulit untuk bergerak. Padahal di hari pertama tersebut, saya harus bertemu dengan founder dan owner dari perusahaan. Kemeja lengan panjang dengan body length yang agak tanggung dan rok sepan sedengkul dan sepatu hak tinggi. Kemeja yang di tug-in terus menerus keluar dari pinggang dan rok yang saya kenakan selalu bergeser kian kemari. Not to mention the high hill that I had to wear on that day. SalTum beneeerrr! Karena saya bekerja di bidang Fashion, akhirnya saya dibebaskan untuk memadupadankan gaya berpakaian dengan style saya sendiri. Tight tee-shirts and jeans or regular pants dengan sepatu teplek. Kalau ada meeting penting, tinggal tambah asesori kalung yang funky dan sepatu teplek diganti dengan sepatu hak tinggi. Voila! But still, those people couldn't stop believing that I was the Marketing Manager for the company. The most frequent question asked... "How old are you?" Gee! How rude! Sekarang ketika saya memilih untuk meneruskan kuliah, saya kembali dihadapkan dengan masalah penampilan. Usia sudah memasuki kepala 3, tapi teman kuliah banyak yang baru lulus SMA. Badan sudah mentok dan nasib penampilan harus bergantung dengan make-up supaya saya bisa tampil lebih sesuai dengan usia. Jeans, tight tee-shirt (still) dan sekarang... plus make-up. Week 1: nothing's happen (hanya tebar senyuman sana sini) Week 2: starting to make new friends (hi, hallo, tinggal dimana dan jurusan apa?) Week 3: asal usul dan USIA mulai dipertanyakan! (dulu SMA dimana? angkatan berapa? 2000 ya atau 2001? and so on. Dan setelah semuanya terbongkar dan setelah melewati pandangan wajah yang shock dan heran, karena usia dan penampilan saya yang menipu) Week 4: and after the truth finally revealed... (Gimana sih caranya awet muda??? Gimana sih caranya supaya kurus terus???) lalu joke seputar usia mulai dilontarkan... *sigh sigh sigh* andaikan mereka tau... ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
