![]() |
|||
|
Sunday, November 20, 2005
WATTTAAAAAAAAAAA!!!!
![]() Kata orang, badan saya cungkring. Kalau ada angin yang bertiup kencang, saya pasti akan menjadi orang pertama yang terbawa angin bersama dengan daun-daun dan benda ringan lainnya. Perawakan nan mini dan ringkih ini yang membuat orang disekitar menjadi sangat 'protective' terhadap saya. Kalau bisa di tatoo di jidat mungkin bisa ditulis 'FRAGILE'. Waktu jaman kuliah, di negri Uncle Sam, ketika umur masih sesuai menyandang status mahasiswi, selain kelas ballet saya memilih untuk join club Tae Kwon Do di kampus. Yupe! Dua hal yang sangat bertolak belakang bukan? Everybody was asking 'Why???' dan terheran-heran dengan ke-nekat-an saya. Roommate saya mengatakan, 'kamu harus sedia kotak P3K sebelum babak belur patah-patah! I don't think I can see you get hurt, girl!' Ah! Tapi saya nggak peduli. Pokoknya saya harus ikutan kelas martial arts ini. Lumayan buat pelampiasan, apalagi dikala PMS. Hihihi! Satu bulan, dua bulan dan masuk bulan ke-3 akhirnya saya bisa mengikuti segala gerak dan coreography yang diajarkan. Sebenarnya, buat saya tidak ada masalah sama sekali. Karena basic nya sama seperti menari. Menghafalkan serangkaian gaya dan melakukannya seperti sedang perform. Hanya gayanya lebih gahar. Penari cungkring yang gahar! Hihihi! Dan ternyata dengan melakukan segala jurus dengan penjiwaan penuh ala Zang Zhiyi, akhirnya guru besar club, Master Shin (Black belt, asli Korea, jago minum dan doyan Kim Chi) mengusulkan agar saya disertakan dalam tournament antar state/antar club. Kwak kuaaauuuww!!! Akika masih white belt gitu loohh... Langsung dibawah asuhan Bu Kasur... eh! Master Shin, saya harus melewati masa-masa latihan yang cukup berat selama 1 bulan penuh, 3 kali seminggu. Mulai dari push-up, sit-up, punching sand bags, dll. Kayak di film-film Rocky atau Karate Kid gitu. Seru kan? Kali itu, fisik saya bener-bener digembleng habis-habis an. Dan setiap pulang latihan pasti badan rasanya gremek abis! Tentunya saya tidak sendirian. Masih ada 5 orang lainnya yang berlatih dengan saya. Bedanya, mereka sudah tingkat senior dan berbadan sterek! Dalam turnamen ada 2 jenis nomer yang dipertandingkan. Pertama adalah 'FORM'. Peserta diminta untuk mempertunjukan serangkain jurus sesuai dengan tingkatan belt/kelasnya di depan para juri. For me it was a piece of bolu kukus! Gacel laah! Cieeehh! Penonton benar-benar terpana melihat saya berputar, melompat dan menendang kesana-kemari lengkap dengan tatapan mata elang. Kan yang penting penjiwaan... Master Shin benar-benar bangga karena posisi nomer satu, dapat saya raih! Woohoooo! Sayangnya, saya tidak diperkenankan untuk mengikuti nomer 'SPARING', dimana 2 orang harus adu jotos dan adu tendang. Mungkin Master Shin takut saya patah dan duut! Karena prestasi di turnamen pertama, Master Shin mengajukan saya kembali untuk turnamen yang berikutnya. Untuk kali ini, saya diperbolehkan untuk mengikuti semua nomer baik 'FORM' maupun 'SPARING'. Latihan 5 kali lebih berat dari yang sebelumnya. Yang paling berat adalah, ketika saya harus berhadapan dengan teman-teman satu club untuk melakukan adu jotos! Bayangkan, saya harus sparing melawan lebih dari 5 orang bergantian dan tiap orang mendapat jatah 5 menit untuk bikin saya biru-biru. Hasilnya? Biru-biru di sekujur tubuh selama berminggu-minggu. Well it was still better than having a broken bone, right? Jujur! Di hari H saya bangun dan sangat ketakutan. Saya masih ingat, ketika roommate saya mengatakan, bahwa dia mendoakan saya khusus untuk hari itu. Supaya saya pulang dalam kondisi semua lengkap menempel ditempatnya. *Aaaaaammmmiiiiiiinnnn!* Sesampainya di lokasi turnamen, entah berapa ratus orang yang berkumpul dari penjuru Midwest, suatu indikasi bahwa turnamen ini lebih besar dari turnamen yang pernah saya ikuti sebelumnya. Karena turnamen ini diadakan didalam kota, maka kami membawa supporter dalam jumlah yang cukup banyak. I don't know if it was because the size of the tournament or I just realized that I was about to get my self killed, but I was definitely nervous and there I screwed up my forms. Bahkan mengarang gaya sendiri. Gaya jaipong! Disaster! hiks hiks! Dan yang tersisa adalah 'SPARING' which is hopeless for me. Rasanya ingin mengundurkan diri, tapi udah gak mungkin lagi. Apalagi Master Shin had too much faith in me. So I was left with THE OTHER number... 'SPARING!!!' Yikes! I'M DEAD! Participants were devided in two groups of 7, dan juara dari masing-masing group akan diadu lagi untuk meraih posisi pertama dan kedua. Setiap pertarungan hanya berlangsung selama 3 menit, and each fighter had to collect as many points as she can by punching and kicking the opponents. With complete protection covering my head, my mouth and my body, I was giving out my best. At the end, it was me and the other winner from the other group facing each other for the final. Ladies and gentlemen, my opponent is an Oriental girl with a body much taller (little bit), firmer (much more) and I thought she could pass as the daughter of Bruce Lee, the legend. Her appearance intimidates me already. And all I needed at that time was everybody to pray for me, pray for me to stay alive. So here we go... While the referee had both of us to listen for the basic rules, i heard my friends and the other supporters were shouting at the back trying to boost up my confidence. She looks so serious and she stares at me... her eyes were like saying, 'you are mine!!!' We bowed and her eyes again were looking straight into mine... and as soon as the referee raised his hand as the sign of the beginning of the match, she screams.... 'WATAAAAAAAAAAAAAA!!!!!' And that made me jump! Asli! Jantung saya langsung pindah ke jempol kaki! 1st minute I was running around the arena to avoid this psycho lunatic Miss. Lee girl. Tidak ada serangan yang saya lakukan. All I did was keeping her away from me. Got hit and fought back in 3 minutes seemed like FOREVER! And after the match is over, hasilnya? Tak disangka, bahwa kami berdua mengumpulkan jumlah point yang sama. TIE! SERI! Consequently, they had to throw another match. Another 3 looooong minutes! 'WATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!' there she went again and except this time it was louder, longger and meaner with a grinch on her face!!! Saya nggak sampe lumpat, tapi saya tetep jiper! Nampaknya Miss. Lee jadi lebih ganas. Benar saja, ketika tendangan samping saya ternyata nggak kena, Miss Lee melancarkan serangan balik yang sangat keras dan tepat mengenai jidat saya. 'GUBRAAAK!!!' The place was silent... I was down! Terpelanting 3 meter kebelakang, penglihatan saya mendadak sontak buram, kemudian dihiasi oleh iringan bintang kejora, bintang tujuh dan bir bintang. Sesaat kemudian, saya melihat wasit sedang mencoba untuk meyakinkan bahwa saya sadar dan nggak peeengsan. Setelah meyakinkan Pak Wasit bahwa saya OK dan hanya shock sedikit (tipu!), pertandingan dilanjutkan. Kali ini, saya SANGAT focus, SANGAT berhati-hati sambil tetap melancarkan serangan tendangan kesana kemari. Tak perduli waktu dan tak perduli suasana di sekitar yang semakin memanas. Pokoknya, saya nggak boleh ketendang lagi. 'Sakit buneee!' Akhirnya 3 menit berakhir, saya dan Miss. Lee berada disisi kiri kanan wasit menanti cemas hasil akhir. Aahh, sebenarnya saya sudah cukup lega bahwa semuanya berakhir dan saya masih hidup dan nggak gegar otak. 'And the winner is....' Never accrosed my mind that the referee raised my hand!!! I won!!! Iya! Saya, Miss Cungkring de Krempeng mengalahkan Miss Lee de Psycho! The next thing I know all my friends were all over me, hugging me... I was stunned! Sadly, that was my last competition... I thought it was too risky! I'm a dancer and NOT a fighter! *oh well... a story for my grandkids oneday about their cungkring grandma was once a Ninja!* hakhakhakhakhak!!! Wataaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
