![]() |
|||
|
Thursday, October 05, 2006
Parklane Yang Menghibur
Suatu siang ketika Fortuna lagi mati gaya...
'Duh! Mau kemana ya? Dirumah udah bosen... Jangan bilang ke Orchard deh yaaa... Selain nggak kreatip, pulang-pulang bisa miskin... Dan iman lagi kurang kuat nih hari ini...' *ciiieeehh* Lalu pangeran 'martabakku' datang dengan kuda lumpingnya... 'Kita ke Parklane aja! Gimana?' Begitu katanya dengan semangat abad 21. 'Hah? Kok Parklane sih? Bukan soal karena gedungnya lusuh yaa... Tapi nggak jelas gitu isinya... Paling cuma ada Mc.D sama tempat deeskoh nggak jelas... Nggak mau aah!' Kata saya dengan gaya ogah-ogahan... 'Eeehhh... belom liat udah judging duluan... Beneran deh... banyak yang seru-seru disitu... Yuk?!' Katanya lagi sambil menggeret tangan saya... Bener-bener males banget kalau sampai harus end-up di Parklane. Tempatnya sih deket banget dari tempat saya tinggal... Cuma... ya itu tadi... lebih dari 50% masih berupa ruangan-ruangan kosong. Beberapa toko bahkan hanya bertahan 2 bulan maksimal... saking sepinya. Apa yang bisa diliat? Masih dengan gaya ogah-ogahan dan gaya berjalan kaki diseret, masuklah saya dan martabak ke Parklane... Bau khas bangunan tua dan lapuk menggelitik hidung dan gaya penerangan jaman 80-an ala Melawai, Lipstick dan Happy Days sangat terasa. Dulu-dulu sih masih sering ke Parklane ketika masih ada cabang Es Teler 77. Tapi sejak tempat makan itu tutup, maka saya stop menjejakan kaki kesana... Eh enggak deng... Tiap awal bulan saya absen di pintu masuknya, karena disitu diletakan AXS, sebuah benda ala ATM yang mempermudah transaksi pembayaran listrik, tv, air, dll. Ya... jadi cuma sebatas sampai di pintu masuk. Lebih dari 5 meter... Hmm... enggak aaah... males! Okay... back to that afternoon... 'Pokoknya, I want to show you this shop' Kata martabak lagi dengan wajahnya yang teuteep girang. 'Kekueh banget sih?' Tanya saya, terheran-heran. 'Sssttt! Brisik deh... Kamu pasti suka...' Jawabnya dengan penuh keyakinan. Martabak sendiri sempat nyasar ketika mencari toko yang dimaksud. Apalagi dengan bentuk toko yang mirip-mirip. Loh? Blok ini sama yang tadi kok mirip? Ooohh pantesan... kita dari tadi muter-muter di lokasi yang itu-itu juga... ![]() Akhirnya... Taraaa!!! Wuuaaahhh lihatlah! Toko komik!!!'Kereeen bangeeet!' Kata saya sambil terbengong-bengong melihat toko berukuran se-umprit yang ada didepan saya. Seorang pria tua yang menjaga toko tersebut, menyambut kami berdua dengan senyuman. We are not talking about normal and regular comic books... We are talking about oooollllldddd comic books... Batman, Superman jaman jebooot... Even those super heroes yang saya udah nggak tau lagi namanya siapa... saking oldiesnya... Dan harga tiap bukunya lumayan mahal... Antara 20 sampai 50 dollar singapore. Puas melihat-lihat dari tempat komik, kami menemukan tempat khursus ballroom dance. Kebetulan, kami bisa mengintip dari luar. Seorang laki-laki, yang bertindak sebagai instructor sedang membetulkan posture salah seorang muridnya. Persis disamping tempat khursus tersebut, sebuah toko menjual peralatan ballroom dance. Lengkap dari sepatu sampai bajunya. Didalamnya, seorang laki-laki setengah baya dengan potongan ala Datuk Damsyiek sedang melayani seorang tamu bergaya ballroom dancer. Martabak sendiri menunjukan toko favoritnya, toko alat musik yang dipintu masuknya ada sensor yang selalu berbunyi 'Hello! Welcome!' kepada siapapun yang masuk ataupun keluar toko. Toko ini menjual beragam jenis gitar dan keyboard. Ini bukan gitar kacangan. Saya sudah curiga... Kenapa tiap gitar kok pake nama segala? Must be special dong! Sebuah gitar bernamakan Timothy bisa dibeli dengan harga 800 dollar saja... atau ada lagi... sayang saya lupa namanya apa karena sudah keburu pingsan melihat harganya yang mencapai 4000 dollar saja. DAR! Seperti yang saya sudah bilang tadi, tidak semua terisi. Sebagian masih kosong atau tetap kosong karena tidak ada tenant yang mengisi. Jadi kami harus berjalan menyusuri lorong-lorong sampai kesudut-sudut untuk melihat apa lagi yang ditawarkan Parklane mall ini. Di lantai dasar, kami menemukan toko perangko yang menjual koleksi perangko dan koin-koin tua. Sayangnya, toko tersebut gelap alias tutup. Yang terlihat hanyalah perangko dan uang-uang tua yang ditempel di pintu masuk. Di lantai-lantai atas, ternyata lebih banyak toko seru yang kami temukan. Tempat pengobatan tradisional ala India yang berdampingan dengan Pub, sebuah tempat karaoke (nggak tau deh pake element XX atau enggak), Toko Good Luck yang ternyata menyediakan service sebagai penasihat perkawinan, Penyalur tenaga pembantu (khusus India), ada biro jodoh Life Partner matchmaker yang menawarkan wanita-wanita single dari Vietnam lengkap dengan photo ukuran 5R di etalase nya (menandakan krisis wanita single and available di Singapore?), lalu yang lebih seru, sebuah pintu kaca yang bertuliskan Golden Eye, Investigation and Security Services. Mereka tidak saja menawarkan jasa keamanan untuk kantor dan rumah... Tetapi layaknya Golden Eye nya James Bond, mereka menawarkan jasa untuk memata-matai pasangan yang dicurigai selingkuh!!! Uuuhhh beraaatttt! Tentu itu belum semuanya ya. Masih banyak yang saya dan martabak temukan cukup bisa membuat kami terkagum-kagum, terpana heran dan bahkan terbahak-bahak. Ini mall emang seru banget! Unik dan full of surprises... Let me tell you... Kalau bosen ke Orchard... mendingan ke Parklane... Kali aja bisa memberikan inspirasi baru... Seperti yang terjadi dengan saya... Puas dan happy... Tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun... ![]() ![]() ![]() ![]() * Golden Eye - Investigation and Security Service Pte.Ltd. * Life Partner Matchmaker Pte.Ltd. Dipilih dipilih photo-photo mbaknya! * GoodLuck - Marriage Counseling ** Just in case anda penasaran... Go to Selegie Road, next to Peace Center... You'll find Parklane Mall there :) ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
