![]() |
|||
|
Wednesday, September 06, 2006
Membayar Hutang
Suatu hari di dalam SHOUTBOX
06/05/2006 00:42:59 inong say, lanjutin estafet darikuw yaaa... :) Saya tertegun melihat pesan tersebut... Estafet? Estafet yang kayak apa ya? Karena terakhir kali saya diminta untuk menuliskan 5 keanehan, keajaiban dan ketidak pentingan dari kelakuan-kelakuan saya. Intinya... bukalah aib dan sebar luaskanlah... Hihihi! Pesan dari Bunda sampai harus saya tanyakan lagi, saya pastikan lagi... langsung kepada yang bersangkutan. Saya: "Bener nih aku disuruh nerusin estafet?" Bunda: "Beneraannn... Ditunggu yaa..." Duh! Saya pusing tujuh keliling... Karena kali ini saya diminta untuk mengeluarkan isi tas, di photo dan lagi-lagi dibeberkan dengan gamblang. Saya membayangkan ini seperti lagi jalan-jalan di tempat umum... lalu saya gelar tiker dan mengeluarkan isi tas untuk dipertontonkan ke khalayak ramai. Kayak tukang obat ya nee? Sore tadi, tepat 4 bulan setelah tongkat estafet dilempar oleh Bunda kepada saya... sebuah berita yang langsung membuat jantung saya berhenti, saya terima melalui Jeung Loucee... Bukan... bukan tentang tongkat estafet pastinya.... It's about her... About Bunda... She passed away last Saturday... tepat ketika buah hatinya Syifa tengah berulang tahun. Sampai saat ini, selagi jari- jemari mengetik, leher saya terasa tercekat, mata saya terasa panas... Saya... Saya kehilangan... Sungguh aneh... Berawal dari dunia blog, pertemuan nyata saya dengan Bunda tidak lebih dari 2 kali... Namun, 2 kali pertemuan dengannya selalu memberikan suasana sejuk dan menyenangkan di hati. Just like the feelings I had everytime I visited her blog. Ketika kami bertemu, tidak banyak yang kami bicarakan, Bunda selalu tersenyum dan sesekali berceloteh tentang ini dan itu dengan logat Sunda nya. To me, she was just a regular 'ibu-ibu' who loved her children more than anything in this world... A dearest friend to many and a woman who nonetheless also a vulnerable human being... Bunda, saya masih punya hutang... Walau ini terasa sangat terlambat sebenarnya saya nggak pernah lupa kok sama mandat estafet ini... Dan kali ini, untuk Bunda, saya rela buka-buka-an... ;) ![]() Selamat jalan Bunda Inong... Untill we meet again... -love from one of your wannabes- ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
