Perusahaan Keluarga

'Horeee!!! Keterima kerja!!!'
Hati langsung jumpalitan, guling-guling, koprol, salto... Begitu kali rasanya ketika pertama kali saya diterima kerja.

Yang membuat saya sorak sorai bukan saja soal dapet kerjanya. Tetapi juga tempat kerja ini memang sudah lumayan jadi inceran saya dari sebelum saya lulus kuliah. Kayak dapet durian runtuh gitu looh...

Di mata saya, perusahaan keluarga ini terlihat asik dan rasanya sih saya bakal 'belajar' banyak. Apalagi, team yang baru saja di recruit berbarengan dengan saya terdiri dari anak-anak yang masih muda belia. Rata-rata baru saja lulus seperti saya.

3 bulan melewati masa probasi, saya akhirnya ditempatkan dalam sebuah posisi yang banyak tantangannya. Sungguh! Tantangan dalam arti kata sebenarnya. Apalagi saya bekerja langsung dibawah salah satu bos besar, salah satu anak dari pendiri perusahaan. Terlepas dari karakter sang bos, saya juga harus benar-benar mengenal karakter dari bos-bos lainnya, kakaknya, adiknya, iparnya dan mungkin saudaranya anak dari tante nomer sekian. Entahlah... keluarga ini bukan keluarga kecil ala keluarga Budi yang cuma punya Wati dan Iwan. Tetapi keluarga besar yang jumlah anggotanya sangat cukup untuk membuat sebuah Liga sepakbola.

Lucunya, untuk hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kerjaan, kadang saya pun juga ikut keseret-seret. Kadang, si adik ngambeg karena ide nya nggak disetujui, sang kakak dan seluruh anak buah si kakak jadi bulan-bulanan dan tidak akan luput dari cemberutan dan omelannya. Sering kali, kami seperti harus main kucing-kucingan dengan para bos-bos yang tengah bertengkar. Karena kami nggak mau ikut campur dalam urusan pribadi mereka. Tapi apa daya, walau tiap bos mengepalai divisi yang berbeda-beda, satu dan yang lainnya harus tetap menjalin komunikasi. Kalau tidak, kerjaan bisa tertunda dan ujung-ujungnya kita sendiri yang kena semprot dari atasan langsung.
Alhasil, kadang kami yang dijadikan umpan...

'Coba kamu telpon ibu ini... Minta dia untuk lakukan ini, itu dan itu...' Satu hari bos saya memberikan instruksi dengan muka masam...

15 menit kemudian...

'Udah pak! Tapi nggak berhasil... Saya telpon semua nomernya, sampai nomer rumahnya sekalipun, beliau tidak ada ditempat... Saya tinggalkan pesan ke sekretarisnya sih...'

'Hmm... Dia pasti ada... Cuma dia nggak mau angkat... Karena dia tau kamu yang cari dia...' Jawabnya dengan mimik seriusnya...

'Gini aja pak... saya nanti minta tolong Anita aja... Mungkin kalau lewat dia berhasil' Jawab saya mencoba mencari solusi. Ya Anita ini adalah teman baik saya yang juga jadi bawahan si ibu bos ini.

Setelah berhasil kontak dengan Anita, akhirnya saya berhasil mendapat jawaban. Tetapi, sebelum jawaban itu datang, mungkin hampir tiap 3 menit bos saya ini bikin saya spaneng. Terus saja saya ditanya... Iya, kalau soal kerjaan, bos saya ini memang terkenal nggak sabaran. Pokoknya result harus segera sampai di mejanya dalam kecepatan cahaya kalau bisa.
Sering, karena pressure sana sini, pertemuan antara teman kerja akhirnya membahas bagaimana keluarga ini bikin semua karyawan pusing.

'Masa hanya karena masalah 10 tahun yang lalu, kita yang kena getahnya sih?' Keluh salah satu dari kami...

'Iya resiko kerja diperusahaan keluarga sih niiih...' Jawab yang lain mencoba mencari penjelasan atas semua hal yang bikin kami pusing 7 keliling.

'Sampai kapan nih kita pusing begini? Mendingan suruh pada konsultasi psikolog aja deh... Namanya kakak adik tuh harus akuuurrr... Heran deh... Udah gede masih aja berantem...' Celetuk teman kami dengan gaya sok menasihati.

Setahun lebih beberapa bulan sudah lewat... Bos saya resign dengan alasan untuk memberikan kesempatan pada adik-adiknya untuk mengambil alih tampuk pemerintahan.

Sore itu hanya ada saya dan bos baru saya, ibu bosnya Anita...

'Fortuna, saya perlu bicara sama kamu diruang meeting...' Katanya sambil tersenyum.

Diruang meeting,

'Bapak kan sudah tidak aktif lagi... Saya mohon kamu sekarang bisa bekerja sama dengan saya... Kalau selama saya bersikap aneh... Semua ini karena saya ada masalah ini ini ini... blah blah blah...'

Mengalirlah cerita masa lalu awal mula sampai terjadinya permusuhan diantara mereka. Saya cuma mendengar sambil bingung... 'Kenapa harus tau juga soal masa lalu ini ya? Nggak ada hubungannya gitu loh sama kerjaan...

'... Jadi menurut kamu gimana?' Tanyanya memecahkan lamunan.

'Ha? Eh emmm... Gimana ya bu? Saya sih selama ini sih ok ok aja... Jujur saja bu... Saya nggak pernah merasa punya masalah baik dengan bapak apalagi dengan ibu. Hanya saya suka bingung dengan masalah pribadi yang baru saja ibu sampaikan... Karena saya rasa, saya tidak punya wewenang apalagi ikut campur...'

'Maaf kalau selama ini saya bikin kamu pusing. Tapi untuk selanjutnya, kalau ada apa-apa saya minta kamu langsung bicara sama saya... Bisa kan? Kalau memang ada bapak tiba-tiba muncul dikantor... Saya harap kamu bisa mengerti... Saya tidak mau kamu ada kontak dengan beliau... Karena saat ini adalah saya yang bertanggung jawab...'

Sementara saya menghela napas mendengar pernyataan beliau...

'Gimana? Kamu keberatan nggak?'Tanyanya kembali.

'Huh? Ehmmm... Saya coba deh bu...' Sambil melihat tanda tangan mantan bos yang masih terbubuh di kertas yang sedang saya pegang.

'Kamu harus bisa... dan saya yakin kamu pasti bisa...'

Dan .... Saya hanya bisa tersenyum...
Namun, sewaktu saya beranjak dari bangku... Tiba-tiba Ibu bos memanggil saya lagi...

'Boleh saya peluk kamu?' Tanyanya tiba-tiba... Dan melihat saya yang memandang aneh kearahnya... beliau berkata lagi...

'Saya bisa tau orang itu tulus atau enggak dari pelukannya...' Jelasnya lagi sambil berjalan kearah saya dan merentangkan kedua tangannya siap memeluk saya...

Dan tanpa menjawab sepatah katapun dan muka masih cengok' nggak tau apa yang sedang terjadi, saya membalas pelukannya...

Berpelukaaaaannnn...

Dalam batin saya... 'Am I being trapped??? This is so weird...'


Posted by Fortuna at 9:01 PM ||


Behind The Stage

Fortuna, Singapore
a student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother
of an adorable daughter.



Latest Parade

  • Wierdo Wierdo on The Wall
  • Suka Duka Pejalan Kaki
  • Happy Easter
  • Yoohoo!
  • Hiiiiaaaaatttttt....Tus dulu yaa...
  • Demi Semangkuk Nasi
  • Pick Up Line
  • Bablas
  • Everything About India *almost*
  • Thaipusam

  • Portfolios

  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • February 2007

  • Front Row

  • Arief - Singapore
  • Bunda Inong - Singapore
  • Cyan - Singapore
  • Hany S - Singapore
  • Loucee - United Kingdom
  • Monica W - Indonesia
  • Putri S - Indonesia
  • Triesti - Netherland
  • Windede - Indonesia

  • Peek Me!

  • Amy Woriwun - Indonesia
  • Atta - Indonesia
  • Dapur Bunda
  • DesigNani - Indonesia
  • Eliza's Kitchen
  • Pei^_^ - USA
  • Fitri - USA
  • 'Ka - USA
  • Kere Kemplu - Indonesia
  • Maknyak - Canada
  • Meiy - Indonesia
  • Modjo - Netherland
  • Nadia - Indonesia
  • Ophi - Germany
  • Principessa - Aussie
  • Rita - Indonesia
  • Shendy - Indonesia

  • Little Indulgence

  • DIESEL
  • Fashion Week
  • Flip Flop Sandal
  • Hint Fashion Magazine
  • MAGIC Show
  • Messy Muse
  • My Fashion Life
  • Style Bytes
  • The Fashion Spot
  • Woman's Wear Daily Magazine
  • Worth Global Style Network

  • Name :
    Web URL :
    Message :
    smileys


    Credits

  • Blogskin: LOUCEE.COM
  • Blogtool: Blogger
  • Shoutbox: Oggix




  • Lilypie Baby PicLilypie Baby Ticker