![]() |
|||
|
Saturday, March 11, 2006
Pick Up Line
Sore tadi, saya memutuskan untuk 'absen' ke sebuah group pertemanan yang sudah lama tidak saya kunjungi.Ternyata, seorang teman dari kampus, sebut saja si Tini, ingin ikut menemani. Alasannya, sedang tidak ada kegiatan. Jadilah saya dan Tini pergi bergabung bersama teman saya yang lain. Perlu diketahui, Tini adalah cewe berdarah Indonesia campuran... Sebutan kerennya adalah cewe Indo or Euronasian. So sudah dipastikan cuaantik. Kebetulan group yang saya temui sore ini hampir semuanya bergender laki-laki dan single. Wah, sebenernya sudah bisa diprediksi dari awal, kira-kira apa yang akan terjadi jika saya membawa Tini yang aduhai ini ke tengah mereka. Dan benar saja, ketika saya muncul dan menggandeng Tini, semua wajah pria-pria single ini seperti terhipnotis... Ujang, Wawan, Dodi dan Tono. Walau tidak secara jelas namun bahasa tubuh mereka tidak bisa menipu. Cukup dapat terbaca akan adanya maksud dan hasrat yang lain. 'Hallo... Nama kamu siapa?' Tanya Tono dengan nada super ramah tapi artificial 'Tini...' Jawab Tini sambil menyambut jabatan tangan Tono 'Namanya bagus juga ya, seperti orangnya... Kamu orang apa?' Tanya Tono lagi masih dengan nada yang mendayu-dayu. 'Uh? Maksudnya?' Tanya Tini sambil pasang muka heran. 'Enggaaaaak... Maksud saya, asli Indonesia atau ada campurannya?' Ujar Tono sambil diiringi tawa yang menurut saya ketawan banget dibuat-buat. Tini tidak menjawab, respond nya hanya berupa senyuman yang diarahkan kepada saya... 'Yang pasti sih Indonesia lah Ton. Dari tadi juga loe ngomong pake bahasa Indonesia dia juga ngerti kok' Samber saya dengan agak sedikit gemas. 'Ayah saya memang ada keturunan sih' Jelas Tini dengan perlahan... 'Oh ya? Turunan keraton ya?' Tanya Tono lagi dengan muka serius... Ya ampun! Saya benar-benar nggak ngerti, kenapa teman saya Tono ini mendadak sontak playing dumb begini?! Saya tau Tono yang asli nggak seperti Tono yang malam ini saya lihat. Ya oliiiiiiiiiiiii... Saya hanya bisa membatin... Sementara Tini hanya menggeleng sambil wajahnya menatap bingung ke arah saya... 'Bapake londoooo... Ora Keratooon... saiki ngertos ora?' Jawab saya dengan logat Jawa yang sengaja saya medok-medokin. 'Pantesaaan bisa putih beginiiiii...' Samber Tono sambil berdecak kagum menatapi Tini Tini yang terlihat risih dan Saya hanya saling berpandangan... Entah apa yang ada dibenaknya, tetapi Tini terlihat sangat tidak amused dengan saudara Tono tadi. Sementara saya, Tini dan Tono masih terlibat dalam acara kelas Drama 101, Ujang, salah satu dari mereka ikutan bergabung dan setelah Tini dan Ujang bertukar nama dan jabatan tangan... 'Kamu satu kampus dengan Fortuna?' Tanya Ujang 'Iya...' Jawab Tini Dan tanpa saya duga kalimat selanjutnya tiba-tiba Ujang berujar... 'Di kampus, banyak yang seperti kamu nggak?? Kayaknya gue harus sering 'absen' ke kampus loe nih... Banyak yang potensial...' Kata Ujang sambil menatap Tini lalu mengalihkan pembicaraan kepada saya... Saya, malam itu speechless... Percakapan diatas hanyalah sekelumit dari apa yang terjadi sebenarnya dan saya tidak memiliki kekuatan untuk menceritakannya. Terlalu aneh dan terlalu 'enggak banget' untuk disampaikan disini... Akhirnya setelah beberapa lama, waktunya Tini untuk pamit... Dan dengan segala cara, para pria cap Kaki Kambiang ini berusaha menahan kepergian Tini. Bahkan ada yang menawarkan dirinya untuk menemani Tini pulang... Yang tentu saja ditolak dengan halus oleh Tini. Lah, wong baru kenal kok udah main nganterin pulang aja?! Setelah Tini pergi dan hilang dari penglihatan... Saya di interogasi... Mengenai apa lagi coba??? Ya pasti tentang si Tini teman saya yang cantik ini... Tono: 'Udah punya cowok belum dia?' Saya: 'Belom' Ujang: 'Wah asiiiikkkk' Tono: 'Boleh juga tuh... Harus sering-sering ditemenin.' Dodi: 'Minta nomernya dong!' Saya:'Enggak' Wawan: 'Temen loe dong yang lain dibawa kemari...' Tono: 'Kapan ada acara kampus loe? Kita-kita mau loh dateng...' Dodi: 'Iya... Apalagi kalo ada fashion show... Gue pasti dateng!' Kata Dodi sambil disambut dengan nada setuju oleh yang lain.... Saya sendiri hanya menjadi pemerhati kelakuan teman-teman saya malam ini... Rasanya nggak yakin saya bisa dan mau membawa teman-teman wanita saya yang lain ketengah-tengah mereka. Lah, cara mereka itu loh yang saya nggak tahan... Conversation ala Drama TVRI atau perbincangan ala film tahun 80'an nya itu yang menurut saya terlalu fake. Masa sih tidak ada cara lain yang lebih 'suitable'? Coba deh, saya mengundang para sahabat dan yang numpang lewat, terutama yang pria... Jika anda dihadapkan pada situasi yang sama dengan teman-teman saya tadi, berhadapan dengan wanita yang baru dikenal dan anggaplah anda masih berstatus single, kira-kira kata-kata apa yang akan ada ucapkan untuk menarik perhatiannya? What would be your best pick up line or lines? Keluarkan jurus sakti anda... Dan buat yang perempuan, pernah nggak punya pengalaman yang serupa atau malah the other way around? Dihadapkan dengan pria yang sungguh sangat membuat anda bernafas kembang kempis karena terpesano... eh... terpesonaaaa... ;) ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
