![]() |
|||
|
Wednesday, November 23, 2005
Anak Nongkrong
![]() 'Hari ini keliling nggak?' Asked my elder sister 'Mmm... most likely sih. Why?' Jawab saya 'Tolong liatin aja kalo-kalo ada yang bagus' Jawabnya sambil mesem-mesem 'Kalo Taman Anggrek... mmm masuk dalam rute nggak? Tanyanya lagi 'Bisa jadi kalo nggak macet... dan kalo masih semangat' Jawab saya sambil menarik napas panjang. Begitulah kira-kira pembicaraan yang kerap terjadi ketika saya harus berangkat kerja. Ya... kerjaan menuntut saya untuk sering 'keliling' dan 'meronda'. Bukan, bukaaann... saya bukan tukang photo atau anggota hansip. 2 of my previous jobs mengharuskan saya melakukan survey intensif terhadap target konsumen. Gimana bisa jualan kalo nggak tautarget yang sesungguhnya? Kebetulan company pertama, was a ladies wear brand, memiliki head office di Bali danketika mereka akan re-launch their new concept they needed someone who knows well the local market, especially Jakarta. Bosan dengan wanita (gersang euy!) beralihlah saya ke baju pria (young man tentunya).Again, a new brand that was just about to launch. So? Survey lageeee... 'Kenapa nggak baca majalah? Kan bisa dapet info dari situ.' Kata teman memberikan solusi lain. Bisa saja... Tapi ternyata nggak selalu bisa membantu, karena bias dan profil reader nya juga kurang detail. So... jalan yang yang biasanya sayalakukan adalah NONGKRONG! Yupe! Pan gak mau kalah sama anak-anak kingkong nyang suka nongkrong di pengkolan ujung jalan sono. Bedanya,untuk kegiatan pernongkrongan ini saya dibayar. Hehehe! Jumat dan Minggu, adalah waktunya absen di Plaza Senayan. Selasa, Kamis dan Sabtu giliran Plaza Indonesia, Rabu ke Taman Anggrek, Selasa running around di Pondok Indah. Tentunya, jadwal ini lebih sering berubahnya, karena tergantung dari demand para boss (lebih sering demand diri sendiri sih.. Hihihi!). Survey intensif hanya dilakukan di saat awal kerja selama kurang lebih 3 bulan penuh. Sesudah report di-approve oleh bapak/ibu bos, aktivitas nongkrong hanya dilakukan once a week. But, again... itu hanya teori. Nyatanya, hang out di mall tetap harus dilakukan 3 sampai 5 kali seminggu. Seriously, for the 1st trimester, I never think 7 days were enough. I needed more days. Seperti nama hari-hari karangan saya, Hari Selani, Kamili atau Jamili... Hihihi. Setengah hari berada di mall sudah bagus. Lebih sering selama jam operasional saya berada terus didalam pusat-pusat perbelanjaan ini. 10 to 10. Lelah?Jangan ditanya... Bosan? Lebih-lebih! Tapi mau bagaimana lagi??? Ya, at the end mall-mall ini bagaikan rumah kedua. Semua hal yang terjadi, posisi toko, kegiatan SALE, sampai letak WC dari Mall A sampai Mall Z sudah menempel di kepala saya. Benefit yang bisa didapatkan adalah bisa ketemu teman lama, teman baru, musuh lama dan musuh baru, saudara jauh, saudara deket tanpa harus pake janjian. Ada yang happy saat bertemu tapi lucunya, ada juga yang grogi dan pucat pasi karena lagi jalan sama gebetan baru (secretly, karena belum mau go public) atau selingkuhan baru nya. Naaahhh yaaaa!!!! Langsung harap-harap cemas! 'Eh si mba'... nongol lagi?' Sapa pelayan cafe sambil senyum-senyum sinting 'Iya..' Jawab saya pendek dan nggak pake senyum karena masih ngantuk 'Pesen latte lagi atau mau doble espresso, biar melek' Kata mas pelayan itu masih sambil senyum-senyum 'Boleh deh... Eh mas! Mau tanya dong! Laki-laki yang kayak Guteres, yang suka nongkrong di meja pos situ siapa sih?' Tanya saya penasaran 'Oohh ituuuuu... preman' Jawabnya santai 'Heh? di mall? kok boleh? Nggak ditangkep apa sama security atau securini? (term saya untuk satpam perempuan)'Tanya saya lagi 'Jangan salah mba... dia justru temennya security disini dan katanya punya ilmu anti peluru' Jelas mas pelayan dengan nada bangga 'Kayak kaca aja... tapi dia anti golok nggak? tau-tau nangis lagi kalo ketusuk peniti?' Timpal saya 'Wah... kalo itu saya nggak tau... lagian nggak ada yang berani sama tu orang' Jawab si mas sambil ngeloyor pergi Ya begitulah, banyak conversation yang kurang penting dan nggak pake mikir... Ternyata, tidak hanya survey market yang saya lakukan, tetapi gossip seputar para pekerja dan pengunjung mall pun juga jadi cerita yang menarik. Bayangkan, saya bisa tau bahwa si David (bukan nama sebenarnya) yang kerja ditoko anu... lagi pedekate sama SPG di toko anu. 2 bulan pedekate tapi akhirannya malah ditolak. Sang pujaan hati, mba SPG lebih cinta pria lain, Satpam di pintu Barat. Konon Bang Satpam jauh lebih ganteng kayak Indra Birowo. Atau gosip bapak anu yang seminggu dua kali, absen dan belanja di mall ini dengan dikawal oleh 5 ajudan yang juga bertugas sebagai pembawa kantong-kantong belanjaan. My adventure di mall-mall ternyata juga menjadi sangat handy. Terutama bagi teman dan saudara yang sedang membutuhkan petunjuk atau sekedar informasi seputar mall yang diharapkan. Jam terbang yang tinggi menjadikan saya selalu up-to-date dengan toko mana yang sedang dan akan SALE, toko mana yang selalu sepi, mana yang akan direnovasi atau direlocate. 'Toko sepatu X ada dimana sih? Kok gue nggak nemu ya?' Tanya seorang sahabat melalui telpon 'Oh itu di lantai dua. Dari main entrance naik escalator, belok kiri depan toko kain' Jawab saya lancar kayak lagi ijab kabul atau 'BIG SALE sampai kapan ya?' Tanya teman yang lain 'Sampai kapan? BIG SALE yang mana? Toko A atau Toko B?' Tanya saya lagi 'dua-duanya juga boleh...' 'Kalo Toko A dari bulan ini tanggal 25 sampai bulan depan,Toko B setelahnya.' Jawab saya secara detail Buat saya 'anak nongkrong', tentunya tidak ada masalah. Seperti menghafalkan pelajaran. Until one day, seorang teman yang memang punya hobi bertanya, calling me in the middle of my lunch... 'sorry ganggu... gue cuma mau nanya nih... gue lagi di mall X... depan toko Z... WC paling deket dimana ya? Gue udah kebelet banget nih!!!' *speechless* ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
