Ooohh Brother


2 bulan sudah... And seems like I'm going to be stuck with this little brother of mine for the next one year.

Annoying! Memang kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan keberadaan dan kelakuannya. Gimana tidak? Dimulai dari bangun pagi sampai malam... saya selalu dikejar-kejar olehnya. Untuk segala sesuatu dari yang ngejelimet seperti bayar bill sampai urusan sepele sekalipun seperti memisahkan baju untuk dilaundry.

Coba bayangkan, clean up the apartment, cuci piring, cuci baju dan nyetrika, grocery shopping dan masak, semua-semua harus saya lakukan sendiri.
Belum lagi tingkahnya yang sering bikin pusing kepala. Maklum, my little bro ini adalah anak bungsu dan satu-satunya pejantan. Dilahirkan 22 tahun yang lalu, ketika segala sesuatunya sudah lebih stabil, aman dan terkendali. One more thing! Merasa dilahirkan dengan wajah super ganteng. Maybe he is. Tapi! Dengan kepedean-nya justru membuat saya ill-feel.
Lebih sering berdiri didepan kaca, shopping baju bahkan merengek untuk perawatan wajah dibandingkan saya yang tulen perempuan. Cowok metrosexual? Or just completely ganjen!

One afternoon...

"Keren nggak gue?" katanya sambil bercermin
Saya tidak menanggapi. Pandangan saya hanya lurus ke layar TV.
"Gila mbak, adek loe emang ganteng banget... Kenalin gue dong sama cewe-cewe kampus loe..."masih sambil bercermin sambil bergaya. Semuanya terlihat dari ekor mata saya. Tiba-tiba dia menghampiri sofa dimana saya memang sedari tadi asik duduk menikmati program , lalu merangkul lengan tangan dan
"Cicibiiiiiinnnnn....." panggilnya dengan nada yang sangat kekanak-kanakan...
Badannya yang tinggi bongsor, sangatlah tidak sesuai dengan kelakukannya yang bak anak 5 tahun.

Hari ini saya lagi mogok bicara. Ngambek? Mungkin! Sudah berapa hari saya minta dia untuk tidak lupa membersihkan kamar mandinya sendiri daaaan... belum juga dilakukan. Uuuuh! Jorok bener sih ni anak! Semua omelan saya cuma dijawab dengan senyuman lebar dan panggilan anehnya untuk saya...
"Cicibiiiiiiinnnnnnn"

So today, batas kesabaran saya sudah mentok tok toook... I decided to give myself a treat and a rest from this lil bratt! Away from him and hanging out with a friend instead.

"Adek loe nggak diajak?" tanya Indi
"Nggak! Biar aja! Gue lagi strike dan mogok komunikasi sama dia!" jawab saya dengan ogah-ogahan
"Kenapa memangnya? Adek loe sebandel apa sih?" tanya Indi lagi
"Aaaaah! Panjang ceritanya Ndi! Udah cape gue juga ngadepin dia!" kata saya lagi sambil melengos
"Namanya juga adek... Ada masa-masanya laah. Nanti juga dia akan berubah." jawab Indi dengan kalem
"If you have one Ndi, you know what I'm talking about. You know what I have to face every single day... Gemeeeessss gue!"
"mmm I have one brother left. And he is older than me..." jawab Indi pelan
"one brother left? maksud loe?" tanya saya penasaran
"my little brother just passed away 1,5 years ago... he was only 10... I wish I could have him back... But, I know I can't." kata Indi sambil menatap keatas dengan mata yang berkaca-kaca
"...................................." saya hanya membisu nggak tau mau ngomong apa

Sementara, Indi, teman saya yang manis ini... sangat merindukan adiknya yang harus terrenggut nyawanya karena Leukemia. Cerita Indi mengenai sang adik sangat precise, sangat detail. Setiap moment yang bisa dia ingat bersama dengan adik tercinta, seperti lekat dan tercatat, terekam rapi dalam memorynya. Bahkan detik-detik sebelum 'kepergian' sang adik, diceritakannya dengan detail.
Adik tersayang... meninggal dalam perjalanan ke sebuah RS, dalam pelukan ibunda sambil satu tangan menggenggam tangannya.

45 menitan Indi menuturkan ceritanya dan membuat saya terdiam. Sementara pikiran ini melayang kepada adik yang tengah saya diamkan ini.
Diam-diam, saya melirik handphone yang sengaja saya 'mute'. 5 missed calls dan 1 sms.

isinya...

'Udah makan belom? Gue masakin Nasi Kebuli nih... Tapi loe yang cuci piring yaaa... Ya Cicibiiiiiiiiin yaaaaa...'

My little brother memang super annoying... Tapi... saya sebenernya sayang... Yang tentunya saya tunjukan dengan cara saya sendiri...

'Tolong panci dan teman-temannya loe cuci. Karena gue beli CD Bargrooves yang loe udah incer dari minggu lalu! Capiche???!'


*kalau ada yang penasaran apakah pancinya dicuci atau enggak? Hahaha! Don't hope for a miracle pastinya...Oooh Brother!*


Posted by Fortuna at 9:03 PM ||


Behind The Stage

Fortuna, Singapore
a student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother
of an adorable daughter.



Latest Parade

  • Ketika Sang Duta Menipu
  • Dog Sign
  • Hellooooo Gorgeous!
  • Monk Galiano
  • Back Then
  • Anak Nongkrong
  • WATTTAAAAAAAAAAA!!!!
  • Catatan Insomnia
  • Model (maaf..) Belekan!
  • What's That?

  • Portfolios

  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • February 2007

  • Front Row

  • Arief - Singapore
  • Bunda Inong - Singapore
  • Cyan - Singapore
  • Hany S - Singapore
  • Loucee - United Kingdom
  • Monica W - Indonesia
  • Putri S - Indonesia
  • Triesti - Netherland
  • Windede - Indonesia

  • Peek Me!

  • Amy Woriwun - Indonesia
  • Atta - Indonesia
  • Dapur Bunda
  • DesigNani - Indonesia
  • Eliza's Kitchen
  • Pei^_^ - USA
  • Fitri - USA
  • 'Ka - USA
  • Kere Kemplu - Indonesia
  • Maknyak - Canada
  • Meiy - Indonesia
  • Modjo - Netherland
  • Nadia - Indonesia
  • Ophi - Germany
  • Principessa - Aussie
  • Rita - Indonesia
  • Shendy - Indonesia

  • Little Indulgence

  • DIESEL
  • Fashion Week
  • Flip Flop Sandal
  • Hint Fashion Magazine
  • MAGIC Show
  • Messy Muse
  • My Fashion Life
  • Style Bytes
  • The Fashion Spot
  • Woman's Wear Daily Magazine
  • Worth Global Style Network

  • Name :
    Web URL :
    Message :
    smileys


    Credits

  • Blogskin: LOUCEE.COM
  • Blogtool: Blogger
  • Shoutbox: Oggix




  • Lilypie Baby PicLilypie Baby Ticker