Monk Galiano

December 2002, 9.15 am
Starbucks, Pondok Indah Mall 1

Interview pertama untuk sebuah perusahaan garment di Bali.
Sesekali saya melihat bayangan diri dikaca untuk memastikan penampilan masih kinclong. Kemeja garis lengan panjang, long pants dan sepatu hak 5 cm. I'm all set!

Kemudian, dari balik kaca, terlihat sosok laki-laki berkaca-mata, bertubuh mini, berjalan tergesa-gesa masuk ke Starbucks. Lalu laki-laki berkacamata ini menghampiri meja dimana saya duduk...

'Kamu yang mau interview?' tanyanya sambil berkacak pinggang, kemudian menyodorkan tangan kanannya dan menyebutkan namanya
sambil tersenyum sumringah sampai-sampai kumis tipisnya mekar. Sementara keringat menghiasi kepalanya yang hampir plontos itu. Atasan tunic warna greyish bahan linen, celana capri berwarna putih yang juga dari linen plus sepatu suede, jauh dari sosok bos yang kaku.

3,5 jam. The longest interview I have ever been. Pembahasan seputar diri saya, sedikit urusan pribadi and of course all about fashion, lifestyle dan para korbannya.

Si Babeh atau Sinchan, begitulah kami semua menjulukinya merupakan anak ke-3 dari 5 bersaudara, lahir, tumbuh dan besar dari keluarga yang tidak mampu. Namun, karena kehebatan sang Ibu, beliau bisa mengenyam pendidikan dan bekerja di Amerika selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diminta pulang dan mengabdi di perusahaan yang sudah berdiri selama 28 tahun itu. Amazing!

Satu hal yang menurut saya membuat beliau sangat berbeda dengan kebanyakan bos lainnya... There was no gap between him and anybody. Really anybody... Dari para managers sampe tukang sapu sekalipun. He would invites his employee just to have a cup of coffee or some cigarettes within his spare time, just to have a chit chat with them. He is so humble.
Si Babeh jugalah yang membuat TPAK (Child Care) di lokasi kerja, lengkap dengan tenaga pengajar. He loves children.

'What else can I do for these people? They are the backbone for this company and not me... Right now, as you can see...money is so thight (Bali hasn't recovered fully yet from the first blast) and I cannot give much, except for my sincere attention... After all, it is not them, it is I who has to serve them' such a humble statement.

Cuek! His last trip tanpa planning dan duit seadanya. Beliau nongol di pelabuhan naik kapal laut ke Sulawesi... Tak mengenal siapapun... beliau menumpang tidur di rumah salah satu nelayan. He said, they treated him like martabak... Very Special! Sampai-sampai keluarga nelayan lain merasa iri. He has a free spirit and adventurous.

Well, enough with the goodies goodies... Let's see the other side of his personality...

No matter what, he is still the boss and yes, there were moments when he could be such a pain in the a**. Hobi ngerecokin team designer tiap 2 jam. Sampe-sampe Ling Ling, the youngest among us, sering dibuat menangis olehnya.
We knew, though, that he was just doing his job.

Babeh, memang eccentric. Seorang marketer yang lebih cocok jadi designer and his mom knew about the potential and the passion of her beloved son. Sayangnya, sang ibu nggak mau sampe anak laki-lakinya jadi pria bergaya melambai.

He convey his creativity through what he wear. Sarung dari kain lusuh dengan kaos hitam berpayet bling bling John Richmond atau celana capri dengan kain diikat di pinggang, kaos atau tunic. Di lehernya selalu melingkar kalung tali hitam berbandul Buddha warna emas.
Nggak puas hanya itu, jiwa Galiano nya mulai sering kutak katik hasil karya para designer. Dipotong sini, tambal sana, pasang payet sini dan sablon sana. Hasilnya a combination between rebel and ethnic. Still bling bling!

One day we went to Plaza Senayan dengan Si Babeh pake kaos singlet abang-abang yang dipeniti di tiap ujung (karena kepanjangan), celana capri putih semi menerawang, topi J'adore Dior warna PINK, tas cangklong adidas putih with orange stripes dan sepatu orange JRENG!!! Mau pesyen syow kemaneee maaasss??? Dasar! Designer wanna be!!!

Babeh juga hobi minum dan clubbing. Wanita cantik juga tak luput dari perhatiannya. Kalo liat ya bening-bening, matanya nggak kedip dan sampai wanita itu berlalu, kepalanya dipaksa muter hingga engsel leher mentok.
One time he and his team spent time at one club 'till 4 in the morning. Secara kita harus kerja besokannya. Akhirnya saya dan gang loyo memutuskan untuk pulang duluan.
5 jam kemudian saya nongol lagi di kantor dengan mata 5 watt... Daaann...bersamaan dengan Si Babeh yang baru turun dari taxi still with the same clubbing costum. Astagaaaa....!!! Ni orang... He is defintely a clubber sejati and drinker! No doubt!

There is one story yang saya nggak akan pernah lupa sampe sekarang. Ketika jadwall meeting staff diganti dengan tour/survey keliling Bali. I was okay... until I saw jenis transportasi yang akan digunakan... sebuah motor besar, Harley Davidson. Saya langsung was-was. Lah ini motornya lebih gede dari pengemudinya? Masa diganjel dingklik? Plus! Hari itu saya pake costum kerja dan hak tinggi. Apa boleh buat??? Jadilah kami melaju di atas motor besar itu. Saya nggak pake helm pula. Gara-gara cuma ada satu.

Sesaat saya masih bisa sambil ngobrol, rambut sesekali menutupi mata... tetapi ketika akhirnya jalanan lebih sepi, seketika Si Babeh langsung tancap gas. Motor dilaju sangat cepat, 90...100... and when it reached 120, mata saya kelilipan segala debu dan benda terbang lainnya, rambut saya bukan hanya terbang melambai... tapi nge-jigrak awut-awutan. Ketika saya membuka mulut (maksud hati untuk memintanya mengurangi kecepatan motor) bukan suara yang keluar... tapi iler yang mengalir keluar dari ujung kiri kanan mulut ke pipi. Waaaahhh!!! Kesal sekali rasanya!!! Alhasil saya hanya komat kamit sepanjang perjalanan dari Sanur, Denpasar, Ubud, Jimbaran sampai berakhirnya di Tohpati (posko designer) dekat Sanur.

'Wuaaahhhahahaha!!! Diapain loe sama Sinchan??' ledek para designer ketika melihat saya masuk ke rumah dalam kondisi mirip jajaran genjang miring-miring asymetric dengan rambut ala Einstein...

Saya langsung ngeloyor pergi masuk kamar. He is one crazy biker!

April 2004, Babeh mengundurkan diri dari perusahaan... Keinginannya untuk menjadi seorang Bikhu (Buddhist Monk) sudah matang. Surprise??? Not really... Rencananya sudah lama kami ketahui, namun it was still hard to believe when in August 2004, he was finally leave for Burma. Ngurah Rai penuh dengan karyawan yang sibuk menangisi kepergiannya. He'll be gone for 6 years or maybe more. Nobody knows...
Babeh memang suka ngeselin, aneh... but yet he is so greater missed by all of us now...

A year has gone by...

'Eh tau nggak? Denger dari Nyonya Besar (ibunda babeh) yang baru balik dari Burma, si babeh disana termasuk calon monk yang nakal' kata teman saya
'Should I be surprised??? Knowing him gitu looch...' jawab saya
'Iya... sampe ditegur kepala monastry. Gara-gara kamar Babeh selalu penuh hiasan kain ditebar disana-sini. Kan nggak boleeh sama sekali. Sampe dua kali kejadian loohhh...' ceritanya dengan berapi-api
'ck ck ck...! Still not surprised! Galiano jadi monk! Ya begini nih jadinya... Next what? Seragam Bikhu jadi sasaran. Kalau one day ada Bikhu pake seragam penuh payet... Nah loe tau deh siapa designer nya...' jawab saya


*pics are courtesy of style.com and Tibetan Community*


Posted by Fortuna at 8:40 PM ||


Behind The Stage

Fortuna, Singapore
a student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother
of an adorable daughter.



Latest Parade

  • Back Then
  • Anak Nongkrong
  • WATTTAAAAAAAAAAA!!!!
  • Catatan Insomnia
  • Model (maaf..) Belekan!
  • What's That?
  • Dunia Fashion, Dunia Fantasi
  • Wanna Be A Dancer
  • Petite Size
  • Hello Kitty!

  • Portfolios

  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • February 2007

  • Front Row

  • Arief - Singapore
  • Bunda Inong - Singapore
  • Cyan - Singapore
  • Hany S - Singapore
  • Loucee - United Kingdom
  • Monica W - Indonesia
  • Putri S - Indonesia
  • Triesti - Netherland
  • Windede - Indonesia

  • Peek Me!

  • Amy Woriwun - Indonesia
  • Atta - Indonesia
  • Dapur Bunda
  • DesigNani - Indonesia
  • Eliza's Kitchen
  • Pei^_^ - USA
  • Fitri - USA
  • 'Ka - USA
  • Kere Kemplu - Indonesia
  • Maknyak - Canada
  • Meiy - Indonesia
  • Modjo - Netherland
  • Nadia - Indonesia
  • Ophi - Germany
  • Principessa - Aussie
  • Rita - Indonesia
  • Shendy - Indonesia

  • Little Indulgence

  • DIESEL
  • Fashion Week
  • Flip Flop Sandal
  • Hint Fashion Magazine
  • MAGIC Show
  • Messy Muse
  • My Fashion Life
  • Style Bytes
  • The Fashion Spot
  • Woman's Wear Daily Magazine
  • Worth Global Style Network

  • Name :
    Web URL :
    Message :
    smileys


    Credits

  • Blogskin: LOUCEE.COM
  • Blogtool: Blogger
  • Shoutbox: Oggix




  • Lilypie Baby PicLilypie Baby Ticker