Boo!

Waktu menunjukan bahwa hari sudah semakin sore. Di verandah sebuah rumah, seorang wanita muda terlihat sedang sibuk mengejar seorang anak perempuan yang masih balita. Dibujuknya si anak agar mau membuka mulut dan menyantap makanan yang disiapkannya.
Kebetulan ibu sang anak sedang tidak dirumah. Hanya ada perempuan muda tersebut, seorang pembantu dan si anak kecil itu tadi.
Rumah kontrakan berukuran kecil dan terlihat sedikit gelap. Di depan rumah tersebut ada satu pohon besar yang rindang dan selalu bergemerisik ketika angin berhembus...

Wanita muda: 'Coba Aaaaa... Ayoooo... buka mulutnya...' katanya sambil berusaha untuk terus bersabar membujuk si krucil ini.
Tetapi yang dilihat si anak malah sibuk berlari kian kemari dan tiba-tiba, dilihatnya si anak diam tak bergeming, seperti menatap sesuatu dan perlahan si anak berjalan seperti ada yang menuntunnya... Wanita muda itu terlihat agak bingung melihat perubahan dan gerak gerik si krucil.
Wanita muda: 'Eeeehhh mau kemana? Makanannya kan belum habis. Yuk dihabiskan dulu... Jangan lari-lari'
Krucil: 'Enggak... Ada nenek... Mau ikut nenek' sambil berjalan masuk ke kolong meja...
Wanita muda: 'Ah ngaco kamu ngomongnya... mana ada nenek?' dengan nada yang bergetar...
Krucil: 'Tu neneknya...' sambil menunjuk kesebuah arah yang kosong...
Wanita muda itu mendadak lemas dan bulu kuduknya berdiri...

Sepenggal cerita 'true story' yang pernah saya alami. Sayalah si gadis kecil itu dan wanita muda tersebut adalah tante saya yang kebetulan memang tinggal satu rumah. Ya itulah pengalaman pertama saya melihat 'sesuatu', the unexplainable. Dan jujur! Pada saat itu saya tidak merasa takut... Mungkin karena masih kecil dan belum mengerti ya?
Masih banyak lagi yang saya alami di rumah kontrakan itu... Suasana yang selalu mencekam di loteng atas ataupun disebuah gudang sempit dekat loteng. Kamar tamu di bagian depan rumah yang selalu dingin seperti menyimpan misteri. Masih lekat semuanya terekam di memori saya.

Namun, tidak sampai 5 tahun kami menempati rumah tersebut. Kami harus pindah kerumah lain dan kali ini sudah bukan kontrakan... yeeiiiy...
Lagi-lagi, dirumah inipun saya sering mengalami hal-hal yang kurang lebih sama seperti dirumah kontrakan dulu...

Suatu siang, saya melihat seorang anak laki-laki kecil duduk menghadap piano... Kebetulan, saya sedang berada disebuah ruang lain yang menghadap kearah piano tersebut... Lalu saya beranjak untuk melihat siapa si anak kecil ini... Kebetulan memang kami sering dikunjungi anak tetangga yang bernama Mumu.

'Mu? Itu Mumu ya?' kata saya sambil berjalan ke arah piano...
Namun belum sempat saya sampai mendekati piano... anak laki-laki itu beranjak dan lari menuju ruang depan... cukup cepat larinya... dan saya karena penasaran terus mengikuti ke arah depan sampai berpapasan dengan seorang pembantu.

Pembantu: 'Ada apa mbak?' tanyanya sambil menatap heran ke wajah saya
Saya: 'Mumu lagi main disini ya?'
Pembantu: 'Enggak mbak... Jam segini kayaknya Mumu masih tidur siang deh'
Saya:... (diam tak bersuara)

Bertahun-tahun kemudian, sepulangnya saya ke tanah air, saya menetap di sebuah apartemen dibilangan perbatasan Jakarta Barat dan Selatan. Sebuah gedung kokoh bergaya kuno. Kalau teman saya bilang, seperti Istana Cinderella.
Apartemen bergaya kuno ini memiliki lorong-lorong yang berbentuk melengkung dan bila siang hari selalu remang-remang karena hanya mengandalkan sinar matahari yang masuk melewati jendela berukuran besar yang jumlahnya terbatas.
Setiap pintu masuk unit berwarna gelap dengan jenis kayu kokoh berukir. Nuansa kolonial.

Hampir 6 tahun saya tinggal disana dan ada beberapa kejadian yang saya masih ingat...
Entah kenapa, saya paling tidak suka berada di dapur berlama-lama. Karena selain memang sumpek (dapur apartemen ukuran pas-pasan), suasana gelap didapur juga membuat saya kurang bersemangat untuk masak dan melakukan kegiatan perdapuran.
Design dapur tersebut sebetulnya cukup menarik, karena 'open' tidak bersekat dan memiliki jendela besar yang menembus ke living room. Semua orang yang didapur pasti terlihat dari living room dan juga sebaliknya.

Dulu, saya sering sekali mengetik malam-malam. Kebetulan computer diletakan di living room. Kenapa saya memilih kerja malam-malam? Pertama, saya adalah orang yang lebih bisa aktif dimalam hari. Kedua, suasana yang tenang lebih membantu saya untuk bisa berkonsentrasi.
Dimalam-malam saya bekerja itulah, saya sering merasakan, bahwa saya tidak sendirian. Bolak balik, ujung mata saya sering menangkap ada sekelebat sosok berdiri di ruang dapur. Tetapi setiap kali saya menoleh, sosok itu hilang.
Pikiran saya, selama dia dan saya tidak saling mengganggu, I should be allright. Walaupun kadang jantung saya suka berdegup kencang, tetapi saya selalu berusaha terlihat setenang mungkin dan kadang sambil bernyanyi-nyanyi kecil. Mengusir rasa takut.

Suasana masih sunyi, jam menunjukan pukul 2 pagi dan baru saja saya selesai mengetik paragraph yang kesekian... tiba-tiba... keran air di dapur terangkat sendiri dan air mengucur keluar dengan derasnya. Padahal tidak ada satu manusiapun diruang itu.
Serta merta saya melonjak kaget, namun anehnya saya tidak ngibrit lari tunggang langgang... Buku yang saya pegang saya lempar ke arah dapur dan sambil berjalan ke arah dapur, saya marah-marah sendiri...

'Brengsek! Hayo! Kalo berani keluar sini!' sambil mematikan keran

Antara percaya dan nggak percaya memang. Tetapi saya mengalami sendiri kejadian-kejadian ini. Mau dibilang mereka nggak ada... tapi ternyata ada...
Untung kemampuan saya tidak secanggih orang-orang lain. Nggak pingin malah... Nanti kayak teman saya... Pinginnya punya talenta bisa menyanyi kayak Joy Tobing, jadi superstar... Tapi apa daya, talenta yang dimilikinya justru melihat yang kayak begini... super juga... tapi supernatural. Karena mentalnya belum siap... teman saya selalu jatuh pingsan ketika melihat 'sesuatu' ini...

Lagi bertamu... tau-tau *GUBRAK*... yaaaaa... dia pingsan...
'Oom, tante maaf yaaa... temen saya emang suka takut sama piaraan rumah'
Sementara yang punya rumah bingung...
'Perasaan nggak ada anjing atau kucing deh... adanya cuma Adam si Beo...'


Posted by Fortuna at 10:01 PM ||


Behind The Stage

Fortuna, Singapore
a student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother
of an adorable daughter.



Latest Parade

  • Bosan Adalah Pilihan
  • Selamat Datang!!!
  • Kanak-Kanak
  • 3 Edan Years
  • KBRI, Photo and Sleezy Place
  • 2006
  • Language Barrier
  • Sea of People
  • Taurus Today
  • Selera Yang Aneh

  • Portfolios

  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • April 2006
  • May 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • February 2007

  • Front Row

  • Arief - Singapore
  • Bunda Inong - Singapore
  • Cyan - Singapore
  • Hany S - Singapore
  • Loucee - United Kingdom
  • Monica W - Indonesia
  • Putri S - Indonesia
  • Triesti - Netherland
  • Windede - Indonesia

  • Peek Me!

  • Amy Woriwun - Indonesia
  • Atta - Indonesia
  • Dapur Bunda
  • DesigNani - Indonesia
  • Eliza's Kitchen
  • Pei^_^ - USA
  • Fitri - USA
  • 'Ka - USA
  • Kere Kemplu - Indonesia
  • Maknyak - Canada
  • Meiy - Indonesia
  • Modjo - Netherland
  • Nadia - Indonesia
  • Ophi - Germany
  • Principessa - Aussie
  • Rita - Indonesia
  • Shendy - Indonesia

  • Little Indulgence

  • DIESEL
  • Fashion Week
  • Flip Flop Sandal
  • Hint Fashion Magazine
  • MAGIC Show
  • Messy Muse
  • My Fashion Life
  • Style Bytes
  • The Fashion Spot
  • Woman's Wear Daily Magazine
  • Worth Global Style Network

  • Name :
    Web URL :
    Message :
    smileys


    Credits

  • Blogskin: LOUCEE.COM
  • Blogtool: Blogger
  • Shoutbox: Oggix




  • Lilypie Baby PicLilypie Baby Ticker