![]() |
|||
|
Monday, March 06, 2006
Bablas
Tenang... tenang... Ini bukan photo orang pingsan kok...Photo ini saya ambil ketika berada di MRT dari Choa Chu Kang menuju Dhoby Ghaut... Perjalanan naik MRT ini ternyata sangat lama... Apalagi, kalau saya hitung-hitung... ada 18 setopan... dan untuk keseluruhannya, memakan waktu hampir 1 jam... Udara di luar sedang dingin karena hujan. Begitu juga di dalam MRT, udara AC yang dingin berhembus menusuk merasuk ke dalam tulang. Entah kenapa, MRT sore ini tidak terlalu ramai... Coba kalau ramai kan tidak harus sedingin ini. Well... Jangan salahkan kalau sebagian besar penumpang banyak yang tidur... dengan style dan gayanya masing-masing... aneh-aneh pula... Saya sendiri berusaha keras supaya tidak jatuh tertidur... Apalagi saya nggak jago tidur pake gaya... Tidur buat saya adalah lurus ditempat tidur atau lantai (bangun bisa sakit2) atau bisa juga merebahkan kepala di atas meja... naahh ini gaya SMA banget... Hihihi! Tapi saya nggak akan bisa disuruh tidur sambil berdiri, duduk (tanpa sandaran untuk kepala), pasti kepala saya bisa langsung kejedot sana sini. Ada juga yang buat saya takut tidur di tempat umum, apalagi di public transport kayak begini. Dulu waktu jaman SMA, saya pulang sekolah naik bus PATAS no.12 dan selalu turun depan Sarinah Thamrin... Ternyata, suatu siang... ketika saya mebuka mata... bis ini sudah bablas sampai di Gajah Mada... Serta merta saya melonjak kaget... Karena tempat saya turun udah kelewatan dan jauh pula... Huh... dengan menahan sisa kantuk dan iler yang masih menempel... terseok-seok saya turun dari bus dan mencari bus lain untuk menuju arah balik ke Sarinah lagi... Naaahh... kalo mas yang satu ini? Gimana? Feeling saya mengatakan, dia akan bablas juga seperti saya... Karena MRT sempat mengalami turbulance...(ada ya di darat?) si mas ini ternyata tetep 'menganga' dengan indahnya... sampai saya turun pun... posisi nya tetap tidak berubah... Coba ini di Indonesia... ada laler masuk kan nggak lucu... *nnnggeeeeeeeennnggggggg.... glek!* ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
