![]() |
|||
|
Thursday, December 08, 2005
New Face of China
Hampir satu bulan penuh kerjaan saya yang paling intensif selain membersihkan rumah dan melayani baginda brother yang pemalas adalah ngudak ngaduk rak buku di National Library, lawatan ke Yahoo dan Google paling tidak 4 jam sehari. Jujur! Saya adalah orang yang paling malas dan paling tidak suka sama hal-hal yang berbau research, karya tulis dan mengarang sesuatu yang sangat akademis ini. Namun, demi sebuah niatan bahwa saya akan lulus dengan nilai yang baik, maka tugas tulis menulis ini benar-benar saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Awalnya, memang sulit untuk saya menentukan sebuah topic. Banyak hal yang bisa dibicarakan. Tetapi yang mana yang paling menarik? Menarik untuk dibahas, menarik untuk pembaca dan yang paling penting adalah menarik untuk yang nulis. Saya ini! Secara, saya cepat bosan gitu loooch! Setelah melalui proses tukar pikiran dengan teman, sempat gonta ganti pembahasan, otak beku puluhan kali dan jari-jari mati gaya di keyboard, akhirnya ya akhirnya... saya meneguhkan hati, bahwa kali ini saya akan membahas mengenai negara terbesar, negara paling padat penduduknya dan negara yang terus terang membuat banyak orang tercengang karena sepak terjang dan perubahan-perubahan yang sangat fenomenal. Yupe! Negara tempat lahirnya Kaisar Ming, Pu Yi, Mau Tse Tung dan Hu Jintao, People's Republic Of China. And I thought I would like to share it with you people... just a glimpse though... Bayangin deh, 20% dari penduduk bumi bermukim di China dan 240 juta atau sekitar hampir 1/4 dari penduduknya masuk dalam category 'consumer class'. Angka itu kan sudah melebihi populasi penduduk di Indonesia ya?Jadi, nggak heran... Yang namanya perusahaan America dan Eropa, berlomba-lomba untuk jualan di sana. Lah wong manusia di China itu lagi getol-getolnya shopping! Kayak kuda lepas dari pingitan kalau mau di istilahkan. Karena selama ratusan tahun mereka mengisolasikan diri, membuat mereka jadi agak 'buta' dengan apa yang terjadi diluar sana. Dan ketika akhirnya mereka membuka pintu, seperti orang yang nggak makan 3 bulan, semuanya dilahap! Ini contoh yang kelewat naif.. tapi what the heck! Saya cuma ingin menunjukan perkembangan terbaru di China seperti apa. Mc Donalds baru buka di Guangzhou dan 700 orang harus mengantri masuk, kayak kita ngantri Sembako, sampe terjadi incidents luka-luka dan sebagainya. 25 tahun yang lalu jalan-jalan di China adalah 'virtual sea of people on bicycles' semua pake sepeda jengki. Sekarang? Mobiiiiiiiilllll tumpah ruah di jalan-jalan dan jumlahnya sudah jutaan. Seinget saya, Indonesia, 25 tahun yang lalu sudah lebih modern dan gaya ketimbang China dan fashion di jaman itu juga quite booming kan? Walaupun dengan gaya rambut kribo dan sepatu hak asasi (tebeeelll aja) tapi tetep aja orang Indonesia masih lebih advance. Di jaman ituuuu... Saya nggak paham soal Ekonomi. Buta beneeer. Tapi, saya mendapatkan 'gosip', bahwa memang karena peningkatan ekonomi, membuat negara ini tiba-tiba memiliki 'consumer class' yang cukup besar dan angkanya terus meningkat. Tahun 90'an, mas-mas designer dari Itali seperti Armani, Zegna, Valentino cs. sebenernya udah memulai bisnis mereka di China. Cuma mereka belum niat untuk jualan disana. Mas-mas ini cuma numpang bikin barang, karena memang labor cost di China itu amazingly cheap. Jadi kalo product nya dijual lagi dengan harga yang sudah dilipat gandakan, mereka kan bisa ambil untuk sebanyak-banyaknya. Maruk emang! Naaah... satu yang mereka nggak realize, ternyata product mereka justru ditiru habis-habis an sama perusahaan yang disubsidi oleh pemerintah China sendiri. Ironis! Dan ini berlanjut terus sampe sekarang... Kalo ke MangDu... naaa... you know what I meant... Btw, Mas-mas designer Italiano ini sudah melebarkan sayap dengan membuka boutique mereka di China. Agresif kalo boleh bilang... Mereka punya loyal customers. Layaknya kebanyakan OKB, banyak kaum jet-set dadakan di China yang nggak ngerti akan hal-hal seperti ini. Yang penting beli, yang penting brand luar dan yang penting logonya besar, supaya kalo meraka lagi pake bisa keliatan. Hal ini bisa menunjukan status mereka ke orang lain... Wah! Yang ini kok rasanya kita juga ngalamin ya? Hihihi! Ibu-ibu arisan dan madam-madam rambut sasakan sarang tawon... dan kalo pegang cangkir, kelingking nya naik... *ting!* 5 tahun belakangan ini, China bener-bener sudah bukan jalan cepat lagi... tapi sprint! Meninggalkan negara-negara lain termasuk Indonesia tersayang. Sementara Indonesia masih empot-empotan sama urusan maling ayam, koruptor, teroris dan sejuta problem lainnya, China udah punya astronot, punya Yao Ming yang main NBA di US, punya majalah VOGUE sendiri, MTV bahkan Hooters!!! But most of all, China punya pemimpin negara yang berani mati kalo ketawan korupsi. Sementara Indonesia, masih sibuuuuuukkk aja berkoar-koar... Ya pemerintahnya, wakilnya sampe rakyatnya.....Entah teriak-teriak apa lagi. I don't want to live in China, although the grass may seems greener there... Membuat tulisan mengenai perkembangan di China... pada akhirnya membuat saya bertanya-tanya... Apa yang salah di negara saya? Kenapa sedemikian lama buat kita untuk bisa bergerak maju... Apakah karena perbedaan etos kerja dan filosofi hidup yang sangat mencolok? Meskipun ini bukan menjadi tolak ukur.. tapi kapan ada majalah VOGUE dalam bahasa Indonesia? Lain lagi pendapat seorang teman. Menurutnya... kita nggak perlu kecil hati... Ini menunjukan bahwa bangsa Indonesia belum parah-parah amat. Bangsa Indonesia masih punya gengsi... Nggak semua-semua yang dari 'luar' selalu ditelen. Kita kan masih bisa punya culture sendiri yang terus dipertahankan. Intinya, Indonesia belum jadi korban kapitalisme negara-negara Barat... Not completely or not yet???!!! Saya nggak yakin dengan pendapat teman saya ini. Bisa jadi dia hanya menghibur diri... :( Dulu guru TOEFL saya bilang, daripada kamu cape-cape belajar bahasa Inggris, secara Inggris udah pasaran.. mendingan belajar bahasa Mandarin.. Karena sooner or later... mungkin akan ada TOEFL khusus untuk bahasa Mandarin... Saya yakin, kalau hal ini memang bener terjadi... nggak yakin tuh orang-orang yang kemarin bangga TOEFL nya 600 bisa meraih angka yang sama... Tapi kalo wo ai ni, kamsiah kamsiah doang sih bisa laaaa.... Cepek, gocap, jigo... angpao... akika ngerti laaahhh.. Haiyaaaa... :) ** perlu diketahui bahwa selama proses pembuatan report ini, saya sering mengeluarkan respond dalam bentuk suara-suara seperti 'waaaaaaa..., wiiiiiiiiiih..., kereeennn, haaaaa...' semuanya keluar begitu saja... saking takjubnya sama hasil research yang saya dapatkan... saya jadi lekat dengan lap top dan sibuk mengetik tik tik... dan the last thing I know... saya yang nggak hobi nulis ini, telah menghasilkan sebuah report yang menarik... at least buat saya sendiri. Hehehe!** ![]() |
Fortuna, Singaporea student, a fashion marketer a.k.a fashion slave, and a proud mother of an adorable daughter.
|
||
